SIMALUNGUN – Calon Bupati
Simalungun, JR Saragih berkomitmen
mengembangkan sektor pariwisata, jika
kelak terpilih jadi Simalungun-1. Pasalnya, ia menganggap sektor pariwisata yang dikelola dengan baik,
akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. “Selama ini potensi pariwisata
di Simalungun belum gencar dipromosikan. Pengelolaannya pun belum berjalan
secara optimal. Padahal jumlah wisatawan yang hadir ke kabupaten ini, relatif
banyak,” ungkapnya pada Rabu (11/11).
Ia mencontohkan, kawasan wisata kawah putih
Tinggi Raja yang terletak di Kecamatan Raya Kahean. Selama ini, menurutnya, tak
banyak orang yang mengetahui jika Simalungun memiliki tempat pemandian air panas dan
bukit kapur. Letaknya yang tersembunyi lantaran tertutup
cagar alam seluas 176 hektare, membuat publik belum begitu familiar dengan
Tinggi Raja. “Akses ke sana pun cukup sulit karena harus melewati jalanan
berlubang, dan belum ada alat transportasi yang memadai. Alhasil itu membuat
masyarakat malas berkunjung,” tutur pria 47 tahun ini.
Problem sulitnya akses menuju lokasi pariwisata, juga mencakup destinasi populer di Parapat. Kendati
sudah banyak diakui popularitasnya, namun Pemerintah Kabupaten Simalungun
dinilai belum serius memerhatikan jalan dan transportasi menuju Parapat. “Oleh
karena itu, kami berencana untuk menggenjot pembangunan jalan khususnya yang
menuju ke lokasi wisata Parapat. Tak hanya itu, nanti kami juga akan membuat
pengadaan sarana transportasi khusus yang menghubungkan Raya ke Parapat
langsung,” jelasnya.
Untuk mendukung rencana itu, JR Saragih akan mengalokasikan anggaran utama untuk pembangunan
infrastruktur, termasuk perbaikan dan pembangunan jalan raya. “DPR sudah
menggodok anggaran senilai 2,3 triliun rupiah. Nantinya, sebagian besar dari
dana total itu akan kami alokasikan untuk membangun sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya,” ujarnya lagi.
Selain membangun jalan, JR Saragih juga akan melengkapi fasilitas di tempat-tempat wisata.
Hal itu dibenarkan Amran Sinaga, eks Kepala Dinas Perkebunan Simalungun. “Salah
satu prioritas kami adalah membangun kawasan ekowisata kebun teh, yang mana
telah ada sejak zaman Belanda. Teh sendiri menjadi komoditi unggulan
Simalungun, jadi itu yang akan menjadi nilai tawar kita. Selanjutnya kita hanya
perlu menambah sarana pendukung seperti fasilitas outbond, sarana permainan,
jogging track, penyewaan sepeda gunung, kawasan kuliner yang terintegrasi, dan
lainnya,” tutur Amran.
Jika rencana itu bisa berjalan mulus, maka
diharapkan perekonomian warga akan meningkat. “Kalau pariwisata berkembang
dengan baik, pasti masyarakat sekitar akan turut kecipratan berkah. Mereka bisa
menjajakan dagangan cindera mata khas Simalungun, menjual aneka kudapan,
menjadi pemandu wisata, dan sebagainya. Inilah tujuan kita, yakni menyerap
tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan membuka sumber penghidupan seluas-luasnya,”
tandas Amran.
Imbasnya, menurut JR Saragih, adalah peningkatan pendapatan daerah. “Kalau turis
ramai berdatangan, mereka pasti akan membelanjakan uangnya, sehingga profitnya
bisa berputar dan dirasakan langsung masyarakat setempat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah Kabupaten
Simalungun akan menggandeng beberapa pihak. Tak hanya melibatkan masyarakat,
Pemkab juga bisa memaksimalkan usaha, bersinergi dengan Disperindag, Dinas Pariwisata, dan sebagainya.
“Semua pihak mesti bekerja sama. Khususnya untuk
masyarakat, saya harap bisa berperan aktif untuk mendukung dan merawat sektor pariwisata di daerah. Toh, nanti keuntungannya
akan dirasakan langsung oleh warga,” pungkas JR. (Purnama Ayu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar