Minggu, 05 Juni 2016

DONGKRAK PEREKONOMIAN, JR KEMBANGKAN PARIWISATA




SIMALUNGUN – Calon Bupati Simalungun, JR Saragih berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata, jika kelak terpilih jadi Simalungun-1. Pasalnya, ia menganggap sektor pariwisata yang dikelola dengan baik, akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. “Selama ini potensi pariwisata di Simalungun belum gencar dipromosikan. Pengelolaannya pun belum berjalan secara optimal. Padahal jumlah wisatawan yang hadir ke kabupaten ini, relatif banyak,” ungkapnya pada Rabu (11/11).


Ia mencontohkan, kawasan wisata kawah putih Tinggi Raja yang terletak di Kecamatan Raya Kahean. Selama ini, menurutnya, tak banyak orang yang mengetahui jika Simalungun memiliki tempat pemandian air panas dan bukit kapur. Letaknya yang tersembunyi lantaran tertutup cagar alam seluas 176 hektare, membuat publik belum begitu familiar dengan Tinggi Raja. “Akses ke sana pun cukup sulit karena harus melewati jalanan berlubang, dan belum ada alat transportasi yang memadai. Alhasil itu membuat masyarakat malas berkunjung,” tutur pria 47 tahun ini.

Problem sulitnya akses menuju lokasi pariwisata, juga mencakup destinasi populer di Parapat. Kendati sudah banyak diakui popularitasnya, namun Pemerintah Kabupaten Simalungun dinilai belum serius memerhatikan jalan dan transportasi menuju Parapat. “Oleh karena itu, kami berencana untuk menggenjot pembangunan jalan khususnya yang menuju ke lokasi wisata Parapat. Tak hanya itu, nanti kami juga akan membuat pengadaan sarana transportasi khusus yang menghubungkan Raya ke Parapat langsung,” jelasnya.

Untuk mendukung rencana itu, JR Saragih akan mengalokasikan anggaran utama untuk pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan dan pembangunan jalan raya. “DPR sudah menggodok anggaran senilai 2,3 triliun rupiah. Nantinya, sebagian besar dari dana total itu akan kami alokasikan untuk membangun sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya,” ujarnya lagi.
Selain membangun jalan, JR Saragih juga akan melengkapi fasilitas di tempat-tempat wisata. Hal itu dibenarkan Amran Sinaga, eks Kepala Dinas Perkebunan Simalungun. “Salah satu prioritas kami adalah membangun kawasan ekowisata kebun teh, yang mana telah ada sejak zaman Belanda. Teh sendiri menjadi komoditi unggulan Simalungun, jadi itu yang akan menjadi nilai tawar kita. Selanjutnya kita hanya perlu menambah sarana pendukung seperti fasilitas outbond, sarana permainan, jogging track, penyewaan sepeda gunung, kawasan kuliner yang terintegrasi, dan lainnya,” tutur Amran.

Jika rencana itu bisa berjalan mulus, maka diharapkan perekonomian warga akan meningkat. “Kalau pariwisata berkembang dengan baik, pasti masyarakat sekitar akan turut kecipratan berkah. Mereka bisa menjajakan dagangan cindera mata khas Simalungun, menjual aneka kudapan, menjadi pemandu wisata, dan sebagainya. Inilah tujuan kita, yakni menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya dan membuka sumber penghidupan seluas-luasnya,” tandas Amran.
Imbasnya, menurut JR Saragih, adalah peningkatan pendapatan daerah. “Kalau turis ramai berdatangan, mereka pasti akan membelanjakan uangnya, sehingga profitnya bisa berputar dan dirasakan langsung masyarakat setempat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, Pemerintah Kabupaten Simalungun akan menggandeng beberapa pihak. Tak hanya melibatkan masyarakat, Pemkab juga bisa memaksimalkan usaha, bersinergi dengan Disperindag, Dinas Pariwisata, dan sebagainya.
“Semua pihak mesti bekerja sama. Khususnya untuk masyarakat, saya harap bisa berperan aktif untuk mendukung dan merawat sektor pariwisata di daerah. Toh, nanti keuntungannya akan dirasakan langsung oleh warga,” pungkas JR. (Purnama Ayu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar